Karyawan Terancam AI? Bos Standard Chartered Buka-Bukaan Soal Nasib 25 Ribu Pekerjaan

MEDIASAHAM.COM — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kerap dibayang-bayangi kekhawatiran akan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Kendati demikian, Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Plc, Bill Winters, mengimbau para pekerja untuk tidak terlalu panik. Menurutnya, industri perbankan telah berulang kali melalui dinamika transformasi teknologi serupa.

Bill Winters / sc.com

Melansir dari Bloomberg, Winters menanggapi isu seputar evolusi AI dalam acara Global Financial Leaders’ Investment Summit yang diselenggarakan oleh Hong Kong Monetary Authority pada Selasa (3/11). Ia mengakui adanya kecemasan atau 'fear factor' yang dirasakan oleh para karyawan terkait pesatnya adopsi AI di sektor finansial.

"Ada faktor ketakutan di sana," ujar Winters saat ditanya mengenai evolusi AI.

Namun, ia memberikan gambaran konkret melalui perjalanan Standard Chartered. Winters mengungkapkan bahwa bank yang berbasis di London tersebut saat ini mempekerjakan sekitar 100.000 karyawan—jumlah yang sama persis saat ia pertama kali bergabung 11 tahun lalu.

"Dalam perjalanan itu, kami mengotomatisasi sekitar 25.000 pekerjaan, tetapi kami mengganti peran-peran tersebut dengan peran (jabatan) baru lainnya," jelas Winters.

Efisiensi dan Program Reskilling Karyawan

Sebagai bagian dari strategi efisiensi jangka panjang, Standard Chartered pada Mei lalu mengumumkan rencana memangkas peran di fungsi korporat (corporate functions) lebih dari 15% hingga tahun 2030. Kebijakan ini berpotensi memangkas sekitar 8.000 posisi pendukung seiring dengan perluasan pemanfaatan AI untuk merampingkan proses bisnis.

Sebelumnya, pernyataan Winters terkait penggunaan AI untuk menggantikan beberapa "modal manusia bernilai lebih rendah" (lower-value human capital) sempat menuai kritik keras di media sosial. Ia kemudian mengklarifikasi pernyatannya dan menegaskan komitmen bank dalam membantu transisi para karyawan.

Winters menegaskan bahwa manajemen dengan senang hati melatih dan meningkatkan keterampilan (re-skilling) para staf agar dapat memberikan kontribusi maksimal. Ia meyakini bahwa pendekatan ini dapat meredam kecemasan tenaga kerja terhadap ancaman AI.

"Memang ada tingkat ketakutan tertentu, tetapi saya pikir Anda dapat memitigasinya dengan tindakan pelatihan dan re-skilling yang tepat. Jika pada akhirnya mereka pindah ke tempat lain, kami tetap akan mampu menarik talenta-talenta baru," tambahnya.

Baca:

Tren Pemangkasan Kerja Berbasis AI di Sektor Perbankan Global

Langkah Standard Chartered sejalan dengan tren global di mana perbankan dunia mulai memanfaatkan AI untuk mendongkrak produktivitas sekaligus menghemat biaya operasional.

Sebagai contoh, Barclays Plc belum lama ini mengumumkan pemangkasan hingga 5.000 posisi kerja demi efisiensi biaya melalui adopsi AI. Barclays menjadi salah satu pemberi kerja besar terbaru yang memangkas jumlah tenaga kerjanya di tengah disrupsi teknologi baru yang terus merambah industri perbankan global.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham